Bookmark and Share
Buku Terbaru
...Segalanya Bagiku
…Segalanya Bagiku, adalah kumpulan kisah nyata yang menginsyafkan banyak orang yang lupa akan peran ibunya sendiri. Inilah kisah sosok SEDERHANA yang MEMPERKAYA kebijaksanaan kita. Buku kecil yang bisa membesarkan hati kita.

- Narsis Dad
Narsis? Di zaman sekarang ini perlu banget deh sikap narsis (ooops, narsis atau pede ya? Baca deh buku ini, entar pasti tahu jawabannya.

Awet Muda, Tetap Cantik, & Sehat Alami
Awet muda. Setiap orang pasti mendambakannya, terutama kaum hawa. Bagaimana dengan Anda? Buku ini berisi tentang tips-tips cerdas sehat alami untuk menunjang keawetmudaan juga kecantikan para wanita.

Beli Buku Lewat SMS

gambarTinggal sms ke 0821 38 388 988, buku dikirim ke rumahmu.

Mau Kirim Naskah?
Catatan Kamu

Tahun 1997 adalah titik awal dalam karir menulisnya, dimana karyanya menjuarai lomba menulis tingkat SMA se-kabupaten Bogor yang diadakan oleh Majalah Gatra, menyusul kemudian dimuat di majalah yang sama.

Arsip Catatan

Leutika Prio

Oyako no Hanashi

Penulis: Aan Wulandari Usman, Kategori: Catatan Harian Inspiratif
Oyako no Hanashi

Klik untuk memperbesar gambar
Terbit: Agustus 2010
Tebal: 168 halaman
Harga: Rp. 36.000,00
Deskripsi:

Oyako no Hanashi, sebuah kalimat bahasa Jepang yang mempunyai arti cerita antara orang tua dan anak-anaknya. Dan, cerita seperti itulah yang terdapat dalam buku ini. Kisah antara ibu dan anak yang terjadi ketika keluarga ini tinggal di Jepang selama tiga tahun dan ketika mereka telah kembali lagi ke Indonesia.

Banyak kisah seru, inspiratif, juga lucu, di antara saya dan kedua anak saya. Terutama, celotehan mereka yang sangat polos, lucu, dan kadang menyentil kita sebagai orang tua.  Seperti:

“Ma, tadi Shofie nggak nangis, selama ditinggal Mama lho,” kata Syafiq.
“Oh ya?” kata Mama senang.
“Tahu nggak kenapa?”
“Nggak ….”
“Karena nggak ada yang marah-marah.”
***

“Enak mana, kereta Indonesia atau kereta Jepang?”
“Enak kereta Indonesia. Yang jualan banyak. Syafiq bisa jajan deh ….”

Ada juga cerita bagaimana susahnya merawat anak yang lagi sakit, tanpa sanak saudara menemani. Terasa banget betapa saya merindukan kampung halaman. Juga, cerita bagaimana kami saat pertama kali melihat salju yang turun.

"Semua orang tua mengharapkan anaknya tumbuh cerdas, bahkan melebihi ayah-ibu mereka. Tetapi, siapkah para orang tua menjawab aneka pertanyaan atau komentar anak yang kritis? Itulah yang terlintas dalam benak saya ketika membaca buku ini. Ringan, namun tetap berbobot."
Rini Nurul Badariah, penerjemah novel anak klasik Pollyanna