Bookmark and Share
Buku Terbaru
...Segalanya Bagiku
…Segalanya Bagiku, adalah kumpulan kisah nyata yang menginsyafkan banyak orang yang lupa akan peran ibunya sendiri. Inilah kisah sosok SEDERHANA yang MEMPERKAYA kebijaksanaan kita. Buku kecil yang bisa membesarkan hati kita.

- Narsis Dad
Narsis? Di zaman sekarang ini perlu banget deh sikap narsis (ooops, narsis atau pede ya? Baca deh buku ini, entar pasti tahu jawabannya.

Awet Muda, Tetap Cantik, & Sehat Alami
Awet muda. Setiap orang pasti mendambakannya, terutama kaum hawa. Bagaimana dengan Anda? Buku ini berisi tentang tips-tips cerdas sehat alami untuk menunjang keawetmudaan juga kecantikan para wanita.

Beli Buku Lewat SMS

gambarTinggal sms ke 0821 38 388 988, buku dikirim ke rumahmu.

Mau Kirim Naskah?
Catatan Kamu

Tahun 1997 adalah titik awal dalam karir menulisnya, dimana karyanya menjuarai lomba menulis tingkat SMA se-kabupaten Bogor yang diadakan oleh Majalah Gatra, menyusul kemudian dimuat di majalah yang sama.

Arsip Catatan

Leutika Prio

Republik Sinetron

Penulis: Abdul Azis Saifudin, Kategori: Kajian Popular
Republik Sinetron

Klik untuk memperbesar gambar
Terbit: Mei 2010
Tebal: 136 halaman
Harga: Rp. 28.000,00
Deskripsi:

Seseorang rela mengorbankan sebagian besar waktunya hanya untuk menonton sebuah acara yang ditayangkan di benda kotak bergambar dan bersuara alias TV. Acara tersebut menjadi kegemaran hampir sebagian besar ibu-ibu rumah tangga dan para remaja perempuan. Acara tersebut bernama sinema elektronik atau “sinetron”.
Fenomena keberadaan sinetron yang menjamur di Indonesia sebenarnya cukup lama. Sebelum berbagai TV swasta di republik ini didirikan, sinetron sudah menjadi tayangan yang memiliki tempat istimewa di hati pemirsanya. Hanya saja saat itu kemasan ceritanya tidak se-lebay seperti sekarang. Saat ini sebagian besar cerita sinetron terkesan kurang logis dan jalan ceritanya berputar-putar.
Selama ini kita cenderung tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkan tayangan sinetron. Kita hanya menjadi penonton yang pasif menerima dan tidak kritis terhadap isi ceritanya. Padahal, isinya banyak yang menyesatkan dan tidak mendidik. Maka dari itu, penulis menyajikan buku ini agar para pembaca khususnya, dan masyarakat pada umumnya, berani selektif dalam menonton tayangan TV.

”Saya menemukan titik sadar dari buku ini. Banyak paragraf yang mensadarkan kita akan bahaya laten sebuah tayangan televisi.”
Agustina Setyowati, desainer & pecinta tayangan TV.