Bookmark and Share
Buku Terbaru
...Segalanya Bagiku
…Segalanya Bagiku, adalah kumpulan kisah nyata yang menginsyafkan banyak orang yang lupa akan peran ibunya sendiri. Inilah kisah sosok SEDERHANA yang MEMPERKAYA kebijaksanaan kita. Buku kecil yang bisa membesarkan hati kita.

- Narsis Dad
Narsis? Di zaman sekarang ini perlu banget deh sikap narsis (ooops, narsis atau pede ya? Baca deh buku ini, entar pasti tahu jawabannya.

Awet Muda, Tetap Cantik, & Sehat Alami
Awet muda. Setiap orang pasti mendambakannya, terutama kaum hawa. Bagaimana dengan Anda? Buku ini berisi tentang tips-tips cerdas sehat alami untuk menunjang keawetmudaan juga kecantikan para wanita.

Beli Buku Lewat SMS

gambarTinggal sms ke 0821 38 388 988, buku dikirim ke rumahmu.

Mau Kirim Naskah?
Catatan Kamu

Tahun 1997 adalah titik awal dalam karir menulisnya, dimana karyanya menjuarai lomba menulis tingkat SMA se-kabupaten Bogor yang diadakan oleh Majalah Gatra, menyusul kemudian dimuat di majalah yang sama.

Arsip Catatan

Leutika Prio

Santri Sableng, Catatan dari Bilik Pesantren

Penulis: Ridho Al-Hamdi, Kategori: Kajian Popular
Santri Sableng, Catatan dari Bilik Pesantren

Klik untuk memperbesar gambar
Terbit: Juni 2010
Tebal: 234 halaman
Harga: Rp. 35.000,00
Deskripsi:

Jika kita mendengar istilah “pesantren”, barangkali yang terbayang adalah sekelompok anak muda berkopyah, bersarung, berjilbab yang membawa al-Qur’an atau buku-buku berbahasa Arab, yang rajin shalat berjama’ah, yang fasih berbahasa Arab dan lain-lain. Namun, Ridho “bukan” Rhoma mengungkap sisi lain dari kehidupan pesantren yang selama ini barangkali luput dari pikiran kita atau sengaja ditutup-tutupi oleh kalangan pesantren sendiri. Dalam tulisannya ini, ia “menggugat” tradisi pesantren yang selama ini nyaris “disucikan” atau “disakralkan”. Ia mengeluhkan sistem pengajaran yang memasung kreativitas santri, kehidupan sehari-hari yang jorok, pelajaran akidah yang tidak “membumi” serta –barangkali cukup membuat kita kaget– santri yang suka sesama jenis (homoseksual). Nampaknya selama ini kita terlalu mensucikan dan mensakralkan pesantren sehingga “borok-borok” pesantren hampir terlupakan atau tak terpikirkan.
Buku ini sangat cocok bagi pemerhati dan pengamat pendidikan, pengajar di pesantren, wali santri, para santri dan siapa saja yang ingin melihat pesantren dari sisi yang berbeda.