Bookmark and Share
Buku Terbaru
...Segalanya Bagiku
…Segalanya Bagiku, adalah kumpulan kisah nyata yang menginsyafkan banyak orang yang lupa akan peran ibunya sendiri. Inilah kisah sosok SEDERHANA yang MEMPERKAYA kebijaksanaan kita. Buku kecil yang bisa membesarkan hati kita.

- Narsis Dad
Narsis? Di zaman sekarang ini perlu banget deh sikap narsis (ooops, narsis atau pede ya? Baca deh buku ini, entar pasti tahu jawabannya.

Awet Muda, Tetap Cantik, & Sehat Alami
Awet muda. Setiap orang pasti mendambakannya, terutama kaum hawa. Bagaimana dengan Anda? Buku ini berisi tentang tips-tips cerdas sehat alami untuk menunjang keawetmudaan juga kecantikan para wanita.

Beli Buku Lewat SMS

gambarTinggal sms ke 0821 38 388 988, buku dikirim ke rumahmu.

Mau Kirim Naskah?
Catatan Kamu

Tahun 1997 adalah titik awal dalam karir menulisnya, dimana karyanya menjuarai lomba menulis tingkat SMA se-kabupaten Bogor yang diadakan oleh Majalah Gatra, menyusul kemudian dimuat di majalah yang sama.

Arsip Catatan

Leutika Prio

Pemenang WN Sudahkah Merdeka versi Pilihan Leutika

Dikirim: 03-09-2010 11:12

Pengirim: admin

Sudah Merdekakah Indonesia?

Oleh Winarto

 

Sejarah adalah proses dinamis yang berkelanjutan ~Anhar Gonggong~


Tidaklah mudah menjawab pertanyaan, "Sudah merdekakah Indonesia?" Secara harafiah, merdeka dapat berarti bebas (dari perhambaan, penjajahan, dsb), berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang/pihak tertentu, leluasa. Dalam konteks sebuah negara, Indonesia telah memproklamirkan sebagai sebuah negara yang berdaulat, bebas dan tidak terikat (dari penjajahan) pada 17 Agustus 1945. Negara Indonesia berhak untuk berdiri sendiri tanpa dikendalikan oleh negara lain (penjajah).

Berhentikah perjuangan setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dibacakan? Jawabannya jelas TIDAK.  Proklamasi bertujuan untuk mendeklarasikan diri bahwa telah berdiri negara Indonesia dan selanjutknya  dapat bergaul setara dan sederajat dengan negara-negara lain. Dengan demikian, negara Indonesia tidak bisa berdiam diri pasca menyatakan diri merdeka dari kolonialisme. Ibarat sebuah pertandingan lari estafet, tongkat estafet baru saja diberikan pada pelari berikutnya, tapi perbedaannya, tidak ada yang tahu kapan pertandingan estafet tersebut akan berakhir.

Anhar Gonggong, salah satu ahli sejarah mengatakan bahwa sejarah adalah proses dinamis yang berkelanjutan. Jadi sangat jelas bahwa perjuangan meraih/merebut kemerdekaan harus dilanjutkan dengan perjuangan mempertahankan dan mengisinya. Bagi bangsa Indonesia, setidaknya ada 4 hal yang menjadi cita-cita dan tujuan negara yaitu Pemerintah Negara Indonesia yang (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; (2) untuk memajukan kesejahteraan umum (2) mencerdaskan kehidupan bangsa dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Oleh sebab itulah, untuk meraih tujuan itu, perjuangan harus diteruskan, tidak mandeg setelah proklamasi kemerdekaan. Namun apabila mencermati tujuan negara di atas, sudahkan Indonesia betul-betul merdeka? Bila masih melihat anak-anak yang seharusnya menikmati pendidikan di sekolah, namun tiap hari mereka malahan mengais-ais rejeki di jalanan, berarti Indonesia belum merdeka. Bila masih melihat kasus penyerangan kelompok agama/kepercayaan tertentu oleh kelompok lain, itu pun berarti Indonesia belum merdeka sebab negara belum mampu melindungi segenap warga negaranya. Bila masih melihat adanya kesenjangan dan ketimpangan antar daerah/wilayah di negara Indonesia, berarti Indonesia belum merdeka.

Adakah yang salah? Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keistimewaan berupa kekayaan alam yang super melimpah. Tanahnya sangat subur hingga oleh Koes Plus dalam salah satu syair lagunya mengatakan "tongkat kayu dan batupun jadi tanaman". Namun kekayaan itu juga yang malahan membuat penduduknya terlena, sehingga oleh Koes Plus pula, masih dalam syair lagu yang sama, berkata "kail dan jala cukup menghidupimu, tiada  badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu".

Memang tiap tahun, peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia terus diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Itu adalah peringatan untuk proklamasi kemerdekaan dan deklarasi ke masyarakat internasional, bahwa negara Indonesia telah merdeka dan berdiri. Namun, negara Indonesia belum merdeka. Indonesia masih dijajah oleh keterlenaan diri sendiri yang membuatnya menjadi bangsa yang merasa kaya, padahal secara pelan-pelan kekayaan itu dinikmati oleh pihak lain. Mereka terbuai bahwa hanya dengan kail dan jala saja bisa hidup. Tidak perlu bekerja keras untuk mencapai keberhasilan pembangunan sebab ikan dan udang menghampiri.

Indonesia belum merdeka. Indonesia masih dijajah oleh ketamakan orang/kelompok yang menguras kekayaan alam tanpa memberi perhatian pada kesejahteraan warganya. Bagaimana mungkin Papua yang memiliki kekayaan tambang luar biasa, namun penduduk di sana masih belum menikmati kesejahteraan. Dari data terakhir Hasil Sensus Nasional terbaru Badan Pusat Statistik yang dikeluarkan oleh pemerintah malahan menempatkan 2 provinsi di Papua sebagai peringkat pertama dan kedua provinsi termiskin di Indonesia (Baca Vivanews, 25 Agustus 2010, 10 Propinsi Paling Miskin di Indonesia). Mengenaskan!!! Bila sudah demikian, bagaimana mungkin Indonesia sudah dikatakan merdeka?

Setidaknya lirik lagu Rhoma Irama berjudul '"Indonesia" di bawah ini bisa menggambarkan bahwa Indonesia memang belum merdeka. Negeri yang kaya, namun terjadi ketimpangan yang jauh antar wilayahnya.

 
    Hijau merimbuni daratannya

    Biru lautan di sekelilingnya

    Itulah negeri Indonesia

    Negeri yang subur serta kaya raya

 
    Seluruh harta kekayaan negara

    Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya

    Namun hatiku selalu bertanya-tanya

    Mengapa kehidupan tidak merata

 
    Yang kaya makin kaya

    Yang miskin makin miskin

    Yang kaya makin kaya

    Yang miskin makin miskin

 
    Negara bukan milik golongan

    Dan juga bukan milik perorangan

    Dari itu jangan seenaknya

    Memperkaya diri membabi buta

 
    Seluruh harta kekayaan negara

    Hanyalah untuk kemakmuran rakyatnya

    Namun hatiku selalu bertanya-tanya

    Mengapa kehidupan tidak merata

 
    Yang kaya makin kaya

    Yang miskin makin miskin

    Yang kaya makin kaya

    Yang miskin makin miskin
 

    Masih banyak orang hidup dalam kemiskinan

    Sementara ada yang hidupnya berlebihan

    Jangan dibiarkan adanya jurang pemisah

    Yang makin menganga antara miskin dan kaya

    
    Bukankah cita-cita bangsa

    Mencapai negeri makmur sentosa

    Selama korupsi semakin menjadi-jadi

    Jangan diharapkan adanya pemerataan

 
    Hapuskan korupsi di segala birokrasi

    Demi terciptanya kemakmuran yang merata

    Bukankah cita-cita bangsa

    Mencapai negeri makmur sentosa


Adakah yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka? Selama koruptor masih bisa tersenyum gembira di balik jeruji besi, sedangkan maling ayam harus menerima siksaan agar mau mengakui kesalahannya, berarti Indonesia belum merdeka sebab hukum belum ditegakkan secara adil.

Oke!! Bila untuk memproklamirkan diri sebagai sebuah negara Indonesia, dibutuhkan waktu lebih dari 350 tahun, apakah lantas untuk mencapai tujuan negara di atas membutuhkan lebih 350 tahun juga? Ataukah merdeka seperti yang telah dijlentrehke di atas bermakna utopis?